Sunday, February 28, 2010

Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali

Cerita ini aku sadur dari blog orang, tapi aku ingin berbagi dengan pembaca blogku. Mungkin juga ada yang pernah membaca cerita ini, namun cerita ini pasti takkan pernah membuat kita bosan.

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan,
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!"
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
"Ayah, aku yang melakukannya!"
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun Aku berusia 11. Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten.

Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku."

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!" dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini."

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata ber- cucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.
"Tidak, tidak sakit.Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..."Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
"Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu.Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata- kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.


Sumber: Diterjemahkan dari "I cried for my brother six times"

Friday, February 26, 2010

Belajar dari burung

Terinspirasi dari seekor burung yang melatih anaknya untuk dapat terbang.Ketika anak burung itu menetas dari telurnya, merasakan udara bebas dunia. Terlepas dari belenggu cangkang yang selama ini mengekangnya.Dengan sabar sang ibu menjaga dan memberi makan burung kecil itu, dengan berjalannya waktu semakin besarlah anak burung tersebut. Untuk terbangpun buurung harus belajar, berdiri disisi ranting yang ckup tinggi sang ibu mendampingi anaknya untuk belajar. Ada rasa takut untuk melompat, namun sang ibu dengan pelan mendorong anaknya supaya terjatuh dan dengan terpaksa menggerakkan sayapnya berusaha untuk terbang,namun tetap saja burung itu terjatuh juga. Sampai akhirnya anak burung itu dapat terbang tinggi sesuka hati, kemanapun ke tempat yang dia inginkan.Hal itu tak lepas dari usaha dia untuk selalu mengepakkan sayap saat dia terjatuh.Dari cerita ini kita harusnya bisa belajar juga seperti burung itu, tidak menyerah saat kita terjatuh. Tapi kita harus selalu kuat dan tegar untuk bangkit meraih cita-cita kita, kegagalan yang kita alami harusnya dapat kita jadikan pelajaran dan semangat hidup. Yah...meski kadangkala kegagalan itu teramat menyakitkan. tapi yakinlah kawan bahwa didepan kita akan selalu ada jalan untuk kita berhasil....

Monday, February 22, 2010

curcoll booooooooo....

waaaaaaaaaaaaaaahh......


Lama nian aku tak menengok ni blog...mpe karatan.....hahahahaha...

mulai sibuk kul agy nech >.< , and bentar agy da penulisan ilmiah....
gileee...deg2an boo...( dag dig dug duueeerrrr.... )..
huah bingung mo ajuin judul apa, bener2 minim pengalaman gw (pengalaman ngupil sich jagonya gw...hehehehehe).
stress tingkat tinggi neh,,tiap masuk kelas dah denger yang laen bahas ttg rencana PI masing2..lah gw bahas PI gmna??? Pacar Ileran iyaaakk gw nyambung.....zzzzZzzz..

saking oon n stressnya gua tadipagi mandi pluss gosok gigi salah odol..huhhh bner2 DoDol!!!!!!!!!!!!!!!!
masa facialfoam gw kira odol...sadiss bener...putih plus kesetlah gigi gw...
dan beruntungnya mulut gw gak berbusa gara2 tuh facialfoam....{lebay mode : 0n}
hingga gw masih selamat n nengokin nni blog punya org GobLuoggg....hiihihi...

intinya gw dah mendekati stress stadium 4 dweh..gara2 PI..help me...helep mi...mi ayam,,, mi goreng...LoCh!!..

huuffff....daha ah..ni gw nulis banyak2 gada yang bacah.percumah..hikss.....
mao moloR.mimpiin PI (lagi...)..
daagghhh...

Monday, January 4, 2010

Box entertainment

merupakan tugas tambahan dosen, buat tambah nilai dan pengalaman kita tuk menghayal atau menciptakan sebuah gadget yang mungkin sekarang belum ada ataupun masih jarang.Di bawah ini hasil pemikiran kelompok saya.


Alat ini dinamakan entertainment box. Dimana di dalamnya terdapat menu-menu entertainment yang di khususkan pada music movie. Di dalam tampilan menu pertama hanya berisi gambar dan tools-tools utama seperti :
1.Tombol Back
2.Tombol Ok
3.Tombol Shortcut
4.Tampilan Projector depan
5.Speaker belakang
6.Memungkinkan pengguna untuk chat dengan cam
7.Volume
8.Tampilan projector atas
9.Speaker samping
10.Charger
11.Headset
saya namakan entertainment box dikarenakan dalam gadget ini menyediakan fitur hiburan seperti music dan movie. Dimana kita dapat mengakses dan menikmati kedua hiburan diatas dimana saja. Bentuknya yang simple dapat dibawa kemana saja dan mudah serta nyaman dalam genggaman.



Tampilan diatas merupakan tampilan jika kita menekan menu, maka muncul option menu baru berupa music, movie, chat, gps, dan setting. Di dalam setting kita dapat mengatur language, themes, font, dan clock sesuai keinginan pengguna.










Ketika kita memilih menu “music” maka muncul tampilan berikut yang terdiri dari play, search dan setting. Dan, ketika kita memilih menu setting maka muncul tampilan yang terdiri dari playlist, skin mode, screen, dan projector. Dalam menu play terdapat dua menu yaitu play dan library, play langsung memainkan playlist terakhir yang kita mainkan. Library untuk memilih playlist mana yang akan kita mainkan. Terdapat dua tampilan untuk melihat video klip asli, screen dan projector. Hal ini bisa di tentukan dari menu setting. Joika kita memilih search maka muncul tampilan berikut, ada dua options yaitu input dan rec. Jika memilih menu input maka kita dapat menuliskan beberapa bait lagu yang pengguna inginkan dan bisa juga dengan menuliskan judul lagu lalu klik ok. Bisa juga dengan cara kedua yaitu dengan merekam sebagian potongan lagu yang telah kita input tersebut. Maka, muncul tampilan informasi tentang lagu yang telah kita input. Dibawah informasi lagu terdapat dua menu untuk melihat detail lyricnya serta mendengarkan lagu yang telah kita input.










Kita kembali menu awal. Lalu, kita memilih menu “movie” maka muncul tampilan yang terdiri dari movie, book, setting. Pada menu setting kita dapat menemukan options seperti bilingual, subtitle, screen, projector. Pada menu Movie kita langsung disajikan dengan tampilan seperti ini. Didalam menu Movie ada tiga options lagi yaitu input, search, dan play. Ketika kita memilih input, maka kita dapat mengiput judul filmnya, atau cuplikan dialognya klik ok. Lalu, muncul tampilan cover film, setelah itu kita dapat langsung klik play. Dengan begitu kita dapat langsung menikmati tayangan film yang kita input tersebut. Sama halnya seperti video klip pada music kita dapat menikmati film berupa screen atau projector.



Jika kita ke menu “Chat”. Maka kita langsung disajikan dengan tampilan berikut. Dimana kita dapat mengetikkan nama teman yang sudah menjadi teman kita. Atau bisa juga kita search dari daftar teman kita.terdapat menu add untuk menambahkan daftar teman.

Pada menu awal terdapat options menu “GPS”. Jika kita menghidupkan tools ini. Maka, secara otomatis koneksi GPS akan terhubung dengan map. Dan akan memberi informasi posisi pengguna dan informasi bioskop terdekat.


Sekian dan terimakasih atas perhatiannya, semoga project kami bermanfaat.

Wednesday, December 16, 2009

3 pilihan

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: “Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut”.

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, “Apakah suamimu sudah pulang?”

Wanita itu menjawab, “Belum, dia sedang keluar”.

“Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali”, kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, “Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini”.

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

“Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama” , kata pria itu hampir bersamaan.

“Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, “Nama dia Kekayaan,” katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut disebelahnya, “sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.

Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk kerumahmu.”

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. “Ohho…menyenangka n sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan.”

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, “sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita.”

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. “Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang. ”

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. “Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita.”

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. “Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini.”

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

“Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?”

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. “Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun

Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang,

maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini.”

– sekian –

Mata Lelah di Layar Monitor

Saat ini, komputer menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bagi sebagian orang. Namun, bila tak disadari komputer dapat mendatangkan penyakit baik di mata maupun di kepala. Karena kesibukan yang tidak dapat dihindari, kadang seseorang terpaksa harus memaksakan diri berjam-jam berada di depan komputer. Jika Anda termasuk salah satu dari sebagian orang yang menggunakan komputer setiap hari, kemungkinan besar Anda pernah mengalami kelelahan mata. Tanda-tanda kelelahan mata ini adalah:
# Mata terasa lelah, pedih, panas, atau gatal.
# Mata berair.
# Mata terasa kering.
# Pandangan kabur atau tampak ganda.
# Sakit kepala dan leher terasa kaku.
# Kesulitan dalam memfokuskan pandangan Anda, bila mengalihkan pandangan dari monitor ke dokumen secara cepat.
# Tampak warna-warna lain yang mengiringi suatu benda ketika Anda memandang benda lain selain monitor.
# Mata menjadi sensitif terhadap sinar. Kelelahan mata akibat komputer yang akan membawa efek serius di masa yang akan datang memang belum dapat dibuktikan. Namun, kelelahan mata ini cukup mengganggu dan membuat sangat tidak nyaman. Kebiasaan Baru Dapat MembantuKebutuhan mata untuk beristirahat dapat diperoleh dengan mengubah kebiasaan. Beberapa penyesuaian saat Anda menggunakan komputer akan memberikan istirahat yang lebih pada mata Anda. Beberapa tips sederhana untuk mengurangi kelelahan pada mata ini, boleh juga Anda coba:
* Berikan sedikit waktu bagi mata Anda untuk beristirahat. Sesekali waktu paksakan mata Anda untuk fokus pada benda lain selain layar monitor. Cobalah latihan ini: taruh jari Anda beberapa inci di depan muka Anda, tarik menjauh dengan perlahan. Fokuskan pandangan Anda pada sesuatu yang letaknya jauh, lalu kembali ke jari Anda. Perlahan-lahan, bawa kembali jari Anda mendekat ke muka. Selanjutnya, alihkan pandangan Anda ke sesuatu yang paling tidak berjarak sekitar 2,5 meter. Ulangi latihan ini tiga kali dan lakukan beberapa kali sehari.
* Berdiri dan berkelilinglah sebentar paling tidak satu kali setiap dua jam. Jika memungkinkan, berbaringlah sebentar dan pejamkan mata Anda. Jika tidak memungkinkan, berikan waktu istirahat sedikitnya lima menit setiap satu jam. Gunakan waktu itu untuk mengerjakan hal lain yang tidak berhubungan dengan komputer, seperti menelepon.
* Kadang ketika sedang bekerja dengan komputer, seseorang sering lupa untuk mengedipkan matanya. Itu membuat mata kering. Berkedip akan menghasilkan air mata, karenanya dapat membantu melembabkan dan membasahi mata Anda. Berkediplah lebih sering, namun bila itu tidak membantu, gunakan obat tetes mata yang sesuai untuk membantunya.
* Berikan pijatan ringan pada mata Anda beberapa kali dalam sehari. Letakkan siku Anda di meja, telapak tangan menghadap ke atas. Taruh berat badan Anda di bagian depan hingga tubuh condong ke depan. Jatuhkan kepala Anda pada telapak tangan. Istirahatkan mata Anda tepat di bagian bawah telapak tangan Anda, dengan jari menghadap ke arah kening. Tutup mata dan tarik nafas panjang melalui hidung, tahan selama empat detik, dan keluarkan perlahan. Lanjutkan hingga 15-30 detik.
* Bila Anda menggunakan kaca mata atau lensa kontak, pastikan ukurannya sesuai untuk bekerja dengan komputer. Kebanyakan lensa hanya sesuai untuk membaca tulisan cetak dan tidak optimal untuk bekerja dengan komputer. Tata Ulang Meja Kerja AndaMengurangi rasa lelah mata juga dapat dilakukan dengan memastikan meja kerja Anda telah tertata dengan tepat dan nyaman, terutama bagi mata Anda.
* Letakkan monitor tepat di depan Anda dengan jarak sekitar 45 sampai 75 cm dari mata Anda. Letakkan bagian atas monitor Anda sejajar atau sedikit lebih rendah dari mata Anda, sehingga lebih nyaman bagi mata Anda.
* Posisikan keyboard Anda dengan tepat. Letakkan keyboard di depan monitor Anda. Bila Anda meletakkan keyboard Anda di sebelah monitor, mata Anda harus fokus pada jarak yang berbeda. Lama-kelamaan hal ini akan menjadi pekerjaan yang melelahkan.
* Letakkan dokumen-dokumen atau sumber lainnya pada jarak yang sama dengan monitor Anda dengan mata, agar mata tidak harus terus menyesuaikan.
*Perhatikan pencahayaan sekitar Anda. Jangan sampai cahaya yang ada di sekitar Anda membayang pada layar monitor. Sesuaikan contrast dan brightness dengan mata Anda, usahakan senyaman mungkin agar tulisan di monitor dapat terbaca dengan mudah.
* Jangan lupa membersihkan layar monitor Anda dari debu. Debu juga dapat mengganggu pandangan dan kenyamanan mata Anda. Bila masih sering mengalami kelelahan dan gangguan lain pada mata Anda, bisa jadi merupakan sebuah tanda mata Anda memiliki masalah yang serius. Kunjungi dokter bila Anda mengalaminya.



health.detik.com

Monday, December 7, 2009

Semangat Mbah Sarwi

Kukenal Mbah Sarwi sebagai pedagang sayur di Pasar Minggu.Aku memang sering berbelanja sayur ke sana, sembari perjalanan pulang dari Jakarta ke Depok. Usianya mungkin sekitar 65 tahun. Tubuhnya ringkih dibalut kain kebaya. Memang tampak sederhana karena Mbah Sarwi tidak memiliki perhiasan yang layak untuk dipamerkan. Kalaupun ada yang berharga, hanyalah sepasang anting emas di telinganya. Sementara ditangan kirinya terjuntai dua buah gelang karet berwarna kuning.

Tapi aku sangat menghormatinya karena Mbah Sarwi adalah guruku: Guru yang membukakan mataku tentang sisi lain kehidupan, mengajariku tentang arti kepasrahaan kepada Tuhan juga semangat pantang menyerah. Biasanya aku hanya memberikan uang kepada Mbah Sarwi, sembari mengatakan rencana sayur yang akan kubuat. Dengan cekatan beliau memilihkan sayur kepadaku.

Pernah aku bertanya, apakah Mbah Sarwi tidak merasa takut bersaing dengan supermarket, hypermarket bahkan pedagang lain yang menjadi saingannya? Beliau hanya menjawab bahwa rizki kuwi wis ono sing ngatur, ono dino yo ono upo. Pernah sesekali aku berpandangan negative bahwa mungkin sikap beliau adalah cermin sebuah keterbelakangan, moral peasant. Menurut Samuel W. Popkin (?), seorang petani lebih bodoh dari buruh, sehingga dianalogikan bahwa petani akan berteriak adanya banjir apabila air telah mencapai leher. Dan Mbah sarwipun mungkin baru akan menyadari kekeliruannya setelah modalnya habis dan bangkrut.

Akan tetapi sekitar dua tahun aku berlangganan, tidak kutemukan sebuah kemunduran. Bahkan kini Mbah Sarwi bisa membeli sebuah timbangan. Biasanya beliau meminjam timbangan dari pedagang sayur disampingnya. Beliau juga berceritera bahwa beliau habis menjenguk keluarganya di Madiun, karena cucunya dikhitan. Dan beliau merasa bersyukur karena Tuhan terus memberikan berbagai kebahagiaan di penghujung usianya.

Jawaban-jawaban Mbah Sarwi memang membuatku mati langkah. Kepasrahannya kepada Tuhan, mengalahkan ceramah para agamawan yang kadang harus menetapkan tariff bagi mereka mengundangnya. Kegigihannya dalam berusaha, mengalahkan kaum pengusaha yang terbukti hanya bisa menjual lisensi dan praktek monopoli.

Hukum Tuhan memanglah misteri. Orang yang kita pandang lemah, justru sebenarnya adalah orang yang kuat. Banyak orang kaya yang justru merasa khawatir tentang hartanya serta banyak orang berilmu merasa khawatir akan wibawanya.


http://www.resensi.net